Ini Dia Kisah Paling Dramatis Sepakbola Indonesia

Ini Dia Kisah Paling Dramatis Sepakbola Indonesia

Berbagai momen dramatis menjadi warna dalam sepakbola dalam negeri. Mulai dari bergulirnya kembali kompetisi nasional, hingga beberpaa kejuaraan internasional memberikan kisah-kisah yang dramatis bagi para pecinta sepakbola. Kompetisi dalam negeri diwarnai dengan kembalinya tiga tim klasik yaitu Persebaya Surabaya, PSMS Medan, dan PSIS Semarang ke kasta tertinggi. Ketiganya berhasil melewati tantangannya masing-masing untuk bisa lolos ke Liga 1.

Sedangkan pada level internasional kisah dramatis dialami oleh tim nasional Indonesia. Kisah ini dialami Indonesia selama mereka mengikuti berbagai kejuaraan di negara lain. Mulai dari timnas kelompok umur hingga timnas kelompok senior. Semua tim tersebut pasti memiliki kisah dramatisnya masing-masing. Berikut ini kami rangkum beberapa kisah dramatis sepakbola timnas Indonesia sepanjang tahun 2017.

Timnas U-18 Indonesia Vs Timnas U-18 Myanmar

Pada ajang AFF Cup U-18 2017, Indonesia harus menunggu menit-menit terakhir untuk memastikan kemenangannya atas tuan rumah yaitu Myanmar. Pada awal permainan, tim Indonesia bermain dengan kurang baik. Sehingga membuat tim asuhan Indra Syafri menjadi kebobolan lebih dulu pada babak pertama. Setelah minum, mental bermain tim nasional menjadi kembali membaik.Kisah Dramatis Sepakbola

Pada menit ke-72, Egy Maulana Vikri berhasil membangkitkan harapan tim Garuda dengan menggetarkan jaring gawang lawan dengan sundulannya. Egy berhasil mencetak satu buah gol yang membuat mental Indonesia langsung membaik. Mereka terus menyerang pertahanan lawan, sehingga lawan terpaksa membuat sistem permainannya menjadi permainan bertahan. Saat permainan akan berakhir seri, Egy kembali mencetak gol trakhirnya pada menit ke-90 dan Myanmar kalah.

Kisah Dramatis PSM Makassar Vs Bali United

Kemenangan PSM Makasar di Stadion Mattoangin, sempat membuat harapan Bali United untuk menjuarai Liga 1 2017 terjaga. Walaupun mereka bermain penuh di bawah tekanan para supporter tuan rumah, Irfan Bachdim dan timnya masih mampu memberikan perlawanan yang cukup berarti. Meski bermain di kandang lawan, asuhan dari Widodo C. ini tetap berhasil beberapa kali menggertak gawang lawan.

Gol yang telah lama ditunggu-tunggu pun akhirnya hadir. Beberapa menit terakhir sebelum permainan selesai, Stefano Lilipaly berhasil membuat penduduk stadion terpaku setelah tendangannya gagal diantisipasi oleh kipper PSM, Rivky Mukodompit. Kemenangan tersebut membuat Serdadu Tridatu memimpin perolehan skor pertandingan dengan koleksi 65 poin. Bagi PSM, kekalahan tersebut mengakibatkan mereka gagal mendapatkan peringkat kedua dan tetap berada dalam posisi 3.

Pertandingan Sengit PSIS Semarang Vs Martapura FC

PSIS Semarang berasil mengamankan jatahnya lolos ke Liga 1 setelah mengalahkan Martapura FC dalam perebutan tempat ketiga. Laskar Mahesa Jenar bahkan tertinggal tiga kali sebelum mereka dapat menyelesaikan pertandingan pada babak tambahan. Asuhan dari Subangki unggul dengan cepat saat laga baru berjalan enam menit saja. Aksi Hari Nur Yulianto ini berhasil disusul oleh Rifan Nahumarury dari Martapura.

Rifan berhasil mencetak dua gol yang cantik, masing-masing pada menit ke-8 dan menit ke-35. Kemudian PSIS berhasil menyusul kedudukan skor yang diberikan oleh Aldeir Makatindu. Martapura ungul pada babak kedua melalui Reza Saputra. Namun kembali disusul oleh Hari Nur yang mencetak gol keduanya. Pada menit ke-80, Martapura kembali unggul melalui Muhammad Aidil. Tapi lagi-lagi Hari Nur menyamakan kedudukan skor.

Kekalahan Persib Bandung Vs Perseru Serui

Kemenangan Perseru Serui yang berhasil mengalahkan Persib Bandung dengan dua gol tanpa balas di Stadion Jalak Harupat. Kemenangan tersebut sekaligus penyelamatan Arthur Bonai dan kawan-kawan selamat dari jeratan degradasi. Sebelum, pertandingan anak asuh Agus Yuwono terlihat tampil dengan membawa beban. Selain harus menghadapi Persib di kandangnya, di saat yang sama mereka harus berpacu poin dengan Semen Padang.

Saat itu Semen Padang juga sedang membutuhkan poin agar mereka bisa bertanding pada Liga 1. Namun, pada akhir perandingan Perseru Serui bisa tersenyum karena Ryutaro Kurabe dan Silvio Escobar berhasil memberikan sepasang gol cantik yang memastikan mereka aman pada peringkat ke-15. Hal ini pahit bagi Semen Padang karena kemenangan mereka atas PS TNI menjadi tidak berarti apapun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Navigation