Kemenangan Paling Dramatis Dalam Sejarah Sepakbola

Kemenangan Paling Dramatis Dalam Sejarah Sepakbola

Sepakbola memang menjadi salah satu jenis olahraga yang paling digemari oleh banyak orang. Hampir setiap kalangan menyukai jenis olahraga yang satu ini. Dalam setiap pertandingannya pasti ada momen-momen yang mengaharukan, apalagi jika tim yang Anda dukung meraih kemenangannya dengan cara yang sangat dramatis. Di bawah ini ada beberapa momen kemenangan paling dramatis dalam sejarah sepakbola.

Kemenangan Dramatis Tim Barcelona Vs PSG (2016/17)

Momen ini bisa dikatakan merupakan momen yang paling dramatis dalam sepakbola Eropa modern. Barcelona mampu menjadi tim pertama yang membalikkan kekalahan agregat 4-0 pada leg pertama Liga Champions. Tim yang bersasal dari Katalunya ini sempat unggul 3-0 pada leg kedua, namun keunggulan mereka ini tidak bertahan lama karena mampu disusul oleh PSG yang mencetak gol tandang.Kemenangan Paling Dramatis Dalam Sejarah Sepakbola

Gol tersebut dicetak oleh Edinson Cavani pada babak ke-2. Setelah ini, drama pun dimulai dengan Neymar yang mencetak gol tendangan bebas pada menit ke-88. Namun mereka masih membutuhkan dua gol lagi untuk bisa lolos dan waktu sudah hampir habis. Tiba-tiba datanglah penalti kotroversial oleh Luis Suarez dan berhasil diselesaikan dengan baik oleh Neymar pada satu menit memasuki injury time.

Lalu pada 5 menit terakhir yang menegangkan, Neymar melepaskan umpan silang yang kemudian diteruskan ke gawang oleh Sergi Roberto. Hal ini sontak membuat seisi Camp Nou melompat keirangan. Barcelona pun lolos ke babak selanjutnya dan PSG membalas mereka dengan membeli pemain paling berjasa yang membuat mereka tersingkir pada musim panas lalu.

Kemenangan Dramatis Tim Barbados Vs Grenada (1994)

Dalam Piala Karibia 1994, Barbados memerlukan kemenangan dengan selisih dua gol untuk membuat mereka lolos ke putaran final. Namun, ternyata ada aturan baru yang diterapkan oleh penyelenggara sehingga membuat segalanya menjadi terasa sedikit rumit. Aturan tersebut merupakan sistem golden time sebagai penentu hasil akhir, jika pertandingan normal berakhir dengan seri.

Mungkin hal ini tidak terdengar gila bagi Anda. Namun perlu Anda ketahui bahwa ini merupakan pertandingan dengan sistem setengah kompetisi dan bukan sistem gugur. Setiap gol emas yang terjadi akan mendapat skor 2 yang merupakan sebuah fakta penting, apalagi mengingat selisih gol yang diberikan bisa menjadi penetu klasemen akhir grup.

Barbados berhasil mencapai skor 2-0, hal ini sesuai dengan harapn mereka pada saat laga belum usai. Namun harapan mereka ini dipatahkan oleh Grenada yang berhasil mencetak satu buah gol pada menit ke-87. Tim tuan rumah tentu harus mengembalikan unggul 2 gol mereka, dengan cerdik mereka menciptakan satu buah gol bunuh diri agar skornya berakhir seri dan mereka mendapat waktu tambahan.

Trik ini disadari oleh Grenada bahwa satu gol ke masing-masing gawang akan membuat mereka menjadi pemenang grup. Barbados pun terpaksa menjadi menjaga dua gawang sekaligus. Hingga Barbados pun berhasil mempertahankan skor seri itu hingga akhir. Pada perpanjangan waktu, Barbados berhasil mencetak Gol Emas yang membuat mereka menjadi lolos menuju babak selanjutnya dengan skor akhir 4-2.

Kemenangan Dramatis Tim Leicester Vs Arsenal (1997/98)

Berkat dua gol cemerlang yang dilakukan oleh Dennis Bergkamp pada bulan Agustus tahun 1997 membuat Arsenal menjadi unggul 2-0 di Filbert Street. Namun, tampaknya The Gunners akan menambah gol mereka menjadi tiga poin pada 10 menit terakhir. Pertandingan ini merupakan pertandingan yang menciptakan banjir gol paling menakjubkan sepanjang sejarah Premier League.

Satu buah gol Emile Heskey hanya menjadi sebuah hiburan untuk Leicester dengan enam menit waktu normal yang tersisa. Namun gol Mark Elliot yang merupakan hasil defleksi membuat skor mereka menjadi imbang. Pada menit ke-94, Bergkamp melengkapi catatan hatricknya dengan menjatuhkan bola lopp dari David Platt, hingga akhirnya sukses menipu Elliot dan menjebloskan bola melewati Kasey Keller.

Karena peamin Arsenal memohon kepada wasit agar wasit segera meniup peluit akhir, membuat Leicester mendapatkan sepak pojok pada menit ke-96. Beberapa sundulan terjadi di area penalti Arsenal, kapten The Foxes, Steve Walsh melepaskan sebuah gol sundulan yang berhasil melewati David Seaman dan membuat hasil imbang yang tidak terduga oleh siapapun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Navigation